Universitas Jember Gembleng 71 Kepala Desa Bondowoso

JEMBER – Universitas Jember melalui Program Universitas Membangun Desa (UMD) memberikan pelatihan Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) bagi 71 desa di Bondowoso.

Pelatihan ini diikuti langsung oleh para kepala desa, dan calon operator SAID yang juga bakal bertugas mengelola infomasi dan dokumentasi di desanya masing-masing, Jumat (7/7/2017).

Menurut Hermanto Rahman, Direktur Program UMD Universitas Jember, pelatihan tahap pertama ini diisi dengan memberikan ketrampilan membuat, mengelola dan mengisi website desa. Yang dilanjutkan dengan pembuatan SAID dengan didampingi oleh mahasiswa yang bakal melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bondowoso.

Menurut Anwar, Asisten I Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember, pelatihan bagi 71 desa ini adalah dampak dari keberhasilan pelaksanaan SAID di sepuluh desa yang ada di Kecamatan Wringin dan Cermee.

“Kami sudah membina SAID di sepuluh desa melalui Program UMD 2016-2017 yang dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa peserta KKN. Alhamdulillah berhasil, dan kini pemkab Bondowoso ingin mereplikasikan di desa yang lain, harapannya seluruh desa di Bondowoso bakal menerapkan SAID,” jelas Anwar.

Keberhasilan ini antara lain tampak dengan mulai munculnya inisiatif desa untuk menggarap potensinya masing-masing. Misalnya Desa Glingseran di kecamatan Wringin yang kini terkenal sebagai desa wisata dengan unggulannya berupa mata air Dewi Rengganis.

Hermanto Rahman menjelaskan, pelatihan hari ini menargetkan setiap desa bakal memiliki website sebagai wahana desa untuk menyebarluaskan kiprahnya, termasuk potensi dan tantangannya. Serta SAID yang berisi data kependudukan dan data desa lainnya.

“Dengan adanya data kependudukan yang selalu up to date, maka pelayanan desa lebih cepat dan efisien. Misalnya berapa jumlah ibu hamil, berapa anak usia balita atau siapa saja penerima Raskin. Jika tahap pertama berhasil, dapat dilanjutkan dengan menggali dan memasarkan potensi desa masing-masing,” kata dosen FISIP ini.

Komitmen Universitas Jember membantu Bondowoso juga ditunjukkan dengan mengerahkan 1000-an mahasiswa guna melaksanakan program KKN di Bondowoso. Separuh dari jumlah tersebut bakal menjalankan KKN Tematik UMD yang bakal mendampingi tiap desa dalam mengembangkan SAID.

Keberhasilan Universitas Jember melaksanakan program UMD di Bondowoso mendapatkan apresiasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Rencananya Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa dan PDTT, bakal menjadi pemateri utama dalam sarasehan terkait desa mandiri, sekaligus melepas para mahasiswa peserta KKN pada tanggal 10 dan 11 Juli nanti. Akan turut hadir pula perwakilan pemerintah Australia melalui KOMPAK sebagai penyandang dana,” tambah Anwar.

Sehari sebelumnya, Amin Said Husni, Bupati Bondowoso menegaskan dukungannya terhadap sinergi antara kota yang dipimpinnya dengan Kampus Tegalboto. Dukungan ini disampaikan saat menerima Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember di pendopo Kabupaten Bondowoso (6/7).

Dalam kesempatan ini Amin Said Husni berjanji memberikan dukungan penuh antara lain dengan mengalokasikan dana dari APBD untuk pengembangan SAID. Dukungan juga ditunjukkan kepada program-program lain yang dikembangkan dengan Kampus Tegalboto, antara lain pengembangan kampus 2 Universitas Jember di Bondowoso.

“Untuk pengembangan Kampus 2 Universitas Jember, kami sudah menyediakan lahan untuk perluasan kampus. Kami merencanakan dalam RT/RW Bondowoso nanti, lokasi disekitar Kampus 2 Universitas Jember bakal ditetapkan sebagai areal pendidikan,” tutur Said Amin Husni.
Menanggapi keseriusan Bupati Bondowoso dan jajarannya, Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember berjanji bakal mengerahkan segenap potensi yang ada di Kampus Tegalboto untuk membantu Bondowoso.

“Kami melihat Bupati dan jajarannya memiliki komitmen tinggi terhadap kerjasama yang sudah dijalin. Oleh karena itu kami tidak ragu bekerjasama dengan Pemkab Bondowoso. Semoga dapat makin berkembang dan diikuti oleh daerah lain,” sambut Moch. Hasan.

Salah satu program yang akan dikembangkan Universitas Jember bersama Pemkab Bondowoso dalam waktu dekat antara lain penyelenggaraan Jember International Coffee Conference (JICC) yang akan diadakan bulan November nanti.

sumber: Kabar Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *