Pembuatan Kolam Jaring Tancap di Dusun Krajan II

Desa Kajar merupakan salah satu Desa yang berada pada daerah admnistrasi kabupaten Bondowoso. Kondisi alam yang dimiliki Desa Kajar sangatlah baik, salah satu yang menjadi perhatian kami kelompok KKN UMD 38 adalah potensi air yang melimpah. Kondisi ini dapat dilihat dari terdapat banyak sumber air yang berada pada Dusun Krajan 1 dan Dusun Krajan 2. Pada Dusun Krajan 1 terdapat 4 sumber mata air yang selalu mengalir sepanjang tahun sedangkan pada Dusun Krajan 2 terdapat 2 sumber mata air yang mengalir dan telah dimanfaatkan oleh warga untuk mandi dan konsumsi warga. Dari sumber – sumber air tersebut, warga mengalirkan air – air yang ada melalui saluran irigasi yang disalurkan menuju sawah – sawah dan dimanfaatkan juga untuk pertanian warga lokal. Dari survey yang kami lakukan, kami melihat ada potensi yang dapat dikembangkan dari sektor perairan darat. Oleh karena itu kami mencoba untuk mengembangkan potensi desa dengan cara memanfaatkan saluran irigasi Desa Kajar sebagai tempat budidaya ikan nila dengan menggunakan metode Jaring Tancap.

Melalui program KKN UMD 38 pada bidang ekonomi khususnya OVOP (One Village One Product) kami mencoba untuk menjadikan masyarakat Desa Kajar untuk dapat mengerti dan mandiri, serta dapat mengembangkan potensi yang ada di Desa Kajar. Program budidaya ikan nila dan kolam jaring tancap merupakan salah satu usaha yang kami lakukan untuk memberi contoh kepada warga bahwa saluran irigasi juga dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sesuatu yang lebih ekonomis sehingga dapat meningkatkan pendapatan warga. Program budidaya ikan nila dan kolam jaring tancap kami pilih karena modal yang digunakan sangat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat di Desa Kajar sehingga kami menilai semua masyarakat dapat melakukan hal yang serupa dengan apa yang kami contohkan.

Budidaya ikan nila yang kami lakukan berbeda dengan budidaya ikan nila pada umumnya. Ikan nila yang kami budidayakan, kami olah menjadi Molen Ikan Nila (MONELA3838) yang akan kami jadikan sebagai produk unggulan desa. Ikan nila yang akan diolah menjadi molen perlu pengawasan khusus. Ikan nila harus dipanen saat ikan tersebut memiliki ukuran 3-5 cm (berusia 30 hari). Karena jika ikan nila terlalu besar, ikan tersebut tidak dapat dijadikan molen. Dengan pertimbangan, tulang ikan terlalu keras sehingga sulit untuk dikonsumsi dalam bentuk molen.

Untuk mensukseskan program yang kami laksanakan, kami melakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai DAS (Daerah Aliran Sungai) dan Aquaculture yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang potensi yang dapat dikembangkan dari saluran irigasi. Yang kedua, kami melakukan praktik pembuatan kolam jaring tancap bersama warga. Yang ketiga, kami melakukan demo masak dan pelatihan pembuatan Molen Ikan Nila (MONELA3838), beserta dengan cara pemasaran yang baik baik dan dapat menguntungkan masyarakat.

Dengan adanya program ini, kami harap masyarakat dapat memiliki lapangan kerja tambahan yang dapat meningkatkan taraf hidup warga. Tapi dalam realisasinya, terdapat beberapa warga yang partisipasinya masih rendah. Hal tersebut menjadi faktor penghambat terhadap keberlangsungan program yang kami laksanakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *